Bukan cantik yg membuat cinta tp Cinta yg membuat cantik

Di suatu waktu ada moment penting yang harus dihadiri bukan hanya oleh kami yang berperan sebagai pegawai tapi juga diharuskan dihadiri oleh pasangan masing-masing (suami – isteri dari kami). Saat itu pertama kali kami saling melihat suami atau isteri dari kami yang berada dalam satu komunitas. Sebagai wanita biasanya lebih teliti dalam melihat (baca: menilai) pasangan dari teman-teman yang hadir di acara penting tsb, termasuk saya tentunya. Dalam hitungan detik saya sudah dapat menilai pasangan teman saya dari perfomance yang nampak di hadapan saya.
Ha ha ha … Terkesan sombong kali saya ini, bolehlah sesekali mengemukakan apa yang saya lihat melalui kacamata yang lain (baca: berterus terang tentang apa yang dilihat)
Nah ada satu teman yang menarik perhatian saya karena melihat pasangan teman saya itu lumayan tak sebanding, (Maaf) yang pria berpenampilan oke’ nyaris sempurna yang wanita juga berusaha sempurna (saya lihat dari dandanannya yang ala salon kecantikan) tapi tak bisa ditutupi bahwa sebenarnya sang wanita masih nampak kekurangannya. Maaf lagi’ ijinkan saya ber terus terang, kekurangannya terlihat dari wajahnya yang kalau boleh saya nilai 6, postur tubuhnya yang saya nilai 5 dan kurang ramahnya yang saya nilai 5 juga, terakhir pakaiannya saya nilai 6.
Sang pria secara keseluruhan saya nilai 8, pasangan yang tidak serasi secara kasat mata.
Nah dari kondisi tidak serasi inilah saya menyimpulkan seperti judul tulisan ini “Bukan cantik yang membuat cinta tapi Cinta yang membuat cantik”.
Sang pria sangat mencintai sang wanita meskipun secara fisik jauh dari sempurna, mungkin ada sesuatu yang dimiliki sang wanita yang membuat sang pria begitu bangga dan bahagia berdampingan dengannya. Entah kesabarannya, kebaikannya, kejujurannya atau pengabdiannya. Sang wanita sudah pasti sangat mencintai sang pria (nilainya 8 lho, hehehe) apalagi jika sang pria itu baik, sabar, ramah, bertanggung jawab, penurut dan setia. Tentu tak diragukan lagi, rumah tangga mereka adalah surga, anak-anak mereka adalah perhiasan yang membuat surga semakin indah dan sempurna.
Sampai saat ini pasangan yang teman saya itu masih berada dalam surga yang indah, dambaan setiap keluarga.
Tak ada yang sempurna di dunia ini, jika teman yang saya ceritakan tersebut di atas hidup dalam surga rumah tangga, lain lagi teman saya yang lain. Singkat saya ceritakan, teman saya yang ini wanita memiliki pasangan yang secara kasat mata serasi dan sempurna, tapi kenyataannya ada perbedaan pola pikir yang membuat jurang diantara mereka. Diperparah lagi jurang itu semakin dalam dan lebar yang semakin “memisahkan” mereka dengan hadirnya sosok pria lain yang mengambil hati sang wanita tanpa sisa. Yang menyedihkan setelah semuanya hancur tak terselamatkan sang pria lain yang telah hadir dan mengambil hati sang wanita teman saya itu beranjak pergi dengan berdalih “semua yang terjadi adalah kesalahan yang tak perlu disesali dan dicari siapa yang salah”, dan sang pria itu juga berkata bahwa kisah yang terjadi antara mereka adalah cara Tuhan untuk mendewasakan diri mereka, cara Tuhan untuk semakin mendekatkan hambanya.
Kasihan wanita teman saya itu, di sisa hidupnya dia harus menikmati kepedihan yang akan ditanggungnya entah sampai kapan. Semoga Tuhan membebaskan dia dari semua rasa yang tidak mengenakkan, mengangkat dia dari neraka kehidupan, Aamiin.
Bahagia sesaat yang harus dibayar dengan kepedihan sepanjang sisa hidup ….

About these ads
This entry was posted on Februari 9, 2013. Bookmark the permalink.