Yang dinanti (baca: dikhawatirkan) tak datang

Cipayung-20130127-01261

Foto ini diambil pada tanggal 27 Januari 2013 pk 18.33 di jalan tol setelah memasuki wilayah Jakarta, semburat senja masih menampakkan sinarnya meskipun malam hampir turun yang menandakantidak ada hujan dan memang sejak pagi hari tak ada air turun membasahi tanah Jakarta. Teringat hebohnya berita melalui berbagai media pesan pribadi yang menyatakan akan terjadi banjir besar di Jakarta pada 27 Januari 2013 karena hujan akan turun sepanjang hari ditambah kiriman air dari Bendungan Katulampa dan air laut akan pasang sehingga setetes airpun tak akan diterima laut melainkan dikembalikan lagi ke daratan Jakarta yang kemudian air tesebut akan menenggelamkan Jakarta. Begitulah kira-kira berita pesan yang beredar di hari-hari menjelang 27 Januari.

Alhamdulillah berita itu tidak menjadi kenyataan, sejak dini hari beranjak ke waktu Subuh lalu muncullah sang Surya di ufuk timur dengan cerahnya tak ada awan gelap yang berkelompok di langit menutupi sinar surya di awal hari pagi itu. Siang menghampiri dengan sinar Surya yang masih cerah bahkan terasa panas di kulit, hujan tak datang juga dan sampai senja turun mengawali malam tak ada hujan yang mengambil alih tugas semburat senja di ufuk barat di hari Minggu 27 Januari itu.
Entah pesan heboh yang beredar itu bohong yang sekedar hoax atau pihak-pihak yang kompeten dengan cuaca dan teknologi rekayasa yang berhasil mengatur hujan tidak turun hari itu, yang pasti hujan yang dinanti, banjir yang ditunggu dengan H2C (Harap-harap cemas) tak muncul, tentu suatu hal yang sangat disyukuri.
Seperti pagi ini ada pesan masuk di salah satu grup bbm saya yang menginfokan sebagai berikut :

“56,8 TON BAHAN SEMAI DITEBAR, HUJAN BERKURANG DI JAKARTA”
Hingga hari ke 8 pelaksanaan modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB dan BPPT untuk mengantisipasi banjir Jakarta sejak 26 Januari, curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dan sekitarnya berkurang secara signifikan.
Ada 2 faktor yang menyebabkan hujan berkurang, Pertama adalah pengaruh modifikasi cuaca yang mampu menjatuhkan awan-awan menjadi hujan sebelum masuk Jakarta. Cluster awan-awan dengan NaCl ke dalam awn sehingga awan jatuh. Hingga sekarang sudah dilakukan 14 sorti penerbangan dengan pesawat Hercules C-130 yang sekali terbang membawa 4 ton bahan semai dan 1 kali dengan Casa 212-200 membawa 800 kg bahan semai. Pembakaran flare untuk menghambat pertumbuhan awan dilakukan di 25 lokasi.
Kedua adalah kondisi cuaca regional yang kurang mendukung terjadinya hujan ekstrem di sekitar Jakarta. Tidak adanya siklon tropis di selatan Indonesia dan tidak adanya pengaruh seruak dingin (cold surge) dari Siberia Selatan yang masuk ke wilayah Indonesia berpengaruh pada tidak adanya hujan ekstrem di sekitar Jakarta.
Kombinasi antara upaya manusia dan alam inilah yang menyebabkan Jakarta aman dari banjir besar hingga saat ini.
Pada Sabtu 2 Februari, cluster awan sudah sudah terbentuk sejak pagi di barat laut menuju wilayah Jabodetabek. Sorti pertama dengan Hercules membawa 4 ton NaCl terbang pk 09.39 – 11.33 WIB mencegat awan-awan di sekitar Teluk Jakarta hingga sebelah barat Lampung. Pantauan radar menunjukkan awan target jatuh menjadi hujan. Sorti kedua pada pk 14.25 – 15.40 WIB dengan Hercules menyemai 4 ton NaCl di atas Pandeglang, Serang, Cilegon, dan utara Merak. Sorti ketiga dengan cara membawa 800kg NaCl Casa menyemai di sekitar Pandeglang pada ketinggian 15000 kaki. Di bawah diopersikan Ground Based Generator (GBG) dengan membakar 36 flare di 13 lokasi dan GBG sistem larutan diaktifkan di 3 lokasi selama 5 jam. Hasilnya hujan berkurang di Jabodetabek.

Wallahi …. Memang Tuhan mewajibkan hambanNya berusaha, Semoga tak ada lagi bencana banjir, Aamiin
(Selintas saya berfikir jika hujan tak turun di Imlek tahun Ular ini bagaimana dengan pendapat yang mengatakan hujan di awal tahun Cina itu pertanda kemakmuran? ….)

2 thoughts on “Yang dinanti (baca: dikhawatirkan) tak datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s