“You’ll never understand until it happens to you”

Begitu banyak kejadian di sekeliling kita yg tidak mengenakkan dialami orang biasa maupun public figure, orang yg kita kenal maupun tidak.
Respon kita? …. Membicarakannya dan memberikan pendapat pribadi masing-masing yg kita rasa sebagai suatu cara jitu untuk mencegah dan mengatasinya. Keluarlah teori-teori, dalil-dalil, ayat-ayat dan segudang pendapat yg kita yakini mampu mencegah dan mengatasi dengan cespleng, bahkan sebagian orang yg merasa “lebih” mengatakannya dengan semangat dan bangga dg kelebihannya sampai berbusa-busa (lihat acara talk show di TV, eh ada juga sih orang-orang disekeliling kita)

You’ll never understand until it happens to you ….
Bukan berarti harus mengalami untuk memahami, tp cukup dengan mengerti bhw sesuatu keadaan takkan ada tanpa sebab dan reaksi terhadap sebab itu takkan sama bagi setiap orang tergantung prinsip, pandangan,daya tahan psikisnya & banyak lagi faktor lain. Bukan tidak menjunjung tinggi ribuan ayat suci, bukan meremehkan usaha para Motivator mengarang kalimat motivasi, sesuatu butuh proses untuk “klik” apalagi bila keadaan itu kompleks, berputar-putar tak tentu arah melimbungkan, menggoreskan pisau di atas luka dan berbagai hal yg tak kunjung terpecahkan.
Jangan cepat menghakimi …. Apalagi menempatkan diri sebagai orang yg tak pernah salah & tak berdosa, kadang keadaan orang lain kita lihat sebagai sesuatu yg selalu salah dan berkata pada diri sendiri dengan sombongnya bahwa saya takkan seperti itu, saya beriman, saya mampu memanage diri dengan baik, dan sejuta pendapat membanggakan diri, ah sombongnya ….
Bukan bermaksud membenarkan sesuatu yg terjadi, hanya ingin mengatakan andai semua di dunia ini berjalan sempurna berarti kita bukan lagi berada di dunia …. And “You’ll never understand until it happens to you”
(Tulisan di saat mata tak bisa terpejam, silahkan disanggah, dikritisi dan apapun yg anda bisa tapi anda tak bisa mendelete tulisan ini jika tak sepaham, itu bagian saya …. He he he, anda juga tak bisa mengartikan he he he saya ini ceria atau getir, he he he lagi ah ….)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s